Tanpa dirasa kita sudah memasuki bulan kedua di tahun 2026 ini. Selain menjadi gereja yang beriman, ada satu hal lagi yang perlu kita renungkan bersama, yaitu bagaimana kita dapat menjadi gereja atau orang beriman yang makin teguh. Ayat penuntun kita dari 2 Petrus 1:10 a ini tidak lepas hubungannya dengan tema renungan bulan lalu. Kalau kita mau berusaha sungguh-sungguh, maka panggilan dan pilihan kita makin teguh. Bahkan ayat ini secara keseluruhan (ayat 10 b) berkata, Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Inilah kehidupan orang beriman yang berkemenangan. Kata berkemenangan termasuk dalam kelompok kata sifat yang dapat berkonotasi atau mempunyai arti memperoleh atau mempunyai kemenang-an. Pertanyaannya sekarang, bagaimana caranya agar kita sebagai pengikut Kristus dapat berusaha supaya panggilan dan pilihan kita makin teguh atau bagaimana supaya kita berkemenangan atau berhasil dalam menjalani hidup ini. Perlu dicatat bahwa keberhasilan dalam hal ini tidak berarti selalu memperoleh apa yang kita inginkan secara materi atau duniawi, tetapi lebih bersifat batiniah yaitu bisa mensyukuri apa yang terjadi pada berbagai kesempatan hidup yang sedang kita jalani, dan tetap teguh dalam mengatasi segala masalah yang terjadi. Untuk berusaha supaya bisa makin teguh, kita tentu perlu terus berjuang dalam hidup. Setiap perjuangan kita harus didasari oleh keyakinan kepada Dia yang memberi kekuatan kepada kita. Paulus berkata kepada jemaat di Filipi, Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (Filipi 2:12-13). Ingat juga kisah perjalanan para murid bersama Yesus dalam Injil Markus 4:35-41. Walaupun ketika itu Yesus bersama mereka, para murid tidak menyadari kuat kuasa yang ada pada-Nya, sehingga mereka takut. Padahal sebenarnya jika mereka tetap tenang dan tetap teguh, mereka hanya perlu memanggil-Nya untuk meminta kekuatan dari-Nya. Begitu juga kalau kita menyadari bahwa Yesus ada bersama kita melalui Roh Kudus-Nya yang ada di dalam diri kita, maka kita dapat menjalani hidup ini dengan teguh dan tanpa keraguan, karena penyertaan-Nya memberi kita kekuatan untuk hidup berkemenangan serta menenangkan gelombang yang tengah mengancam hidup kita. Meskipun kita beriman kepada Tuhan yang hidup, kita diminta untuk tetap beusaha dengan sungguh-sungguh dalam hidup. Allah tidak memberikan kemenangan instan dan terkadang Dia juga mengijinkan orang benar menghadapi bahaya atau kemalangan, tetapi Tuhan berkuasa melepaskan dari semuanya (Mazmur 34:20). Kita perlu selalu mengingat, bahwa jika Tuhan bersama kita, maka Ia tidak akan membiarkan kita sendirian menghadapi masalah itu. Ia akan menolong dan memberi kemenangan bagi kita yang percaya kepada-Nya. Firman Tuhan berkata, Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (1 Korintus 15:57) dan . dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita (Roma 8:37). Mari berusaha dengan sungguh-sungguh supaya makin teguh dalam panggilan dan pilihan kita, supaya kita juga tidak tersandung atau tidak jadi batu sandungan. Amin! Tuhan Yesus memberkati!