Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman (Roma 1:17)
Pada peringatan hari ulang tahun ke-33 Gereja Misi Indonesia di Frankfurt
pada tanggal 14 Juni 2026 yang baru lalu diangkat tema Being a church
of hope (Menjadi gereja yang berpengharapan) yang diambil dari Roma
15:13. Selain menjadi gereja yang berpengharapan, sebagai orang benar
kita juga perlu menjadi murid Kristus yang berhasil dan bersedia menjalankan
tugas pemuridan (Matius 28:19-20). Kunci keberhasilan pemuridan adalah
hidup semakin beriman dan iman itu timbul dari pendengaran akan firman
Kristus (Roma 10:17). Pemuridan yang sejati bukan karena kekuatan sendiri.
Apa artinya beriman dalam menjalani kehidupan sebagai murid Kristus dan
dalam menjalankan tugas pemuridan?
Beriman dalam menjalankan tugas pemuridan itu artinya berjalan bersama
orang lain menuju Tuhan Yesus dengan mata yang terarah kepada Tuhan, bukan
kepada hal-hal lain. Roma 1:17 merupakan dasarnya,
orang
benar akan hidup oleh iman. Pemuridan tanpa iman akan membawa keletihan,
kekecewaan dan akhirnya bisa burnout. Mengapa? Karena kalau kita melakukan
pemuridan tanpa iman, maka kita merasa kita yang harus mengubah
dia.
Jadi, beriman dalam menjalankan tugas pemuridan, pertama, itu berarti
kita percaya SIAPA yang bekerja (1 Korintus 3:6-7 Aku menanam,
Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang
penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang
memberi pertumbuhan). Tugas kita adalah menanam, menyiram,
artinya kita harus bekerja dalam tugas pemuridan dengan setia, dalam doa,
mengajar dan mendengarkan teladan hidup. Tugas Tuhan adalah mengubah hati.
Kalau murid yang kita layani keras dan bandel, maka itu bukan berarti
gagal, tetapi tugas kita belum selesai. Tugas kita selesai bila kita setia.
Kedua, kita harus percaya pada kuasa Injil (Roma 1:16). Setiap dari kita
menerima Amanat Agung Kristus untuk menjalankan tugas pemuridan. Kita
harus bersedia dimuridkan dan kemudian memuridkan orang lain. Kita tidak
perlu berdebat atau pandai berdebat, lucu atau berkarismatik. Yang kita
bawa hanya Tuhan Yesus sebagai Penebus dosa, Firman-Nya yang hidup dan
pimpinan Roh Kudus. Ketiga hal ini sudah menjadi senjata yang paling
kuat dalam menjalankan tugas pemuridan (Ibr. 4:12). Kemudian, yang
ketiga, kita harus percaya pada proses yang Tuhan kerjakan (Galatia 6:9).
Tuhan Yesus selama tiga (3) tahun menjalankan tugas pemuridan, ada di
antara mereka yang menyangkal, ada yang ragu-ragu, bahkan ada yang menjual
Dia, tetapi Tuhan Yesus tetap setia. Beriman artinya tetap menyirami walau
belum melihat tunas, tetap bersabar walau orang yang kita layani jatuh
bangun. Kemudian, yang keempat, kita juga harus percaya akan penyertaan
Tuhan (Matius 28:19-20). Dia akan menyertai setiap kita yang mentaati
Amanat Agung-Nya sampai kepada akhir zaman. Dia tidak menuntut kita jadi
sempurna dahulu, tetapi Dia akan menyertai kita yang mau mentaati Amanat
Agung-Nya.
Dalam bulan-bulan ini ada di antara kita yang mungkin merencanakan liburan
ke suatu tempat atau merencanakan liburan ke Indonesia. Biasanya ada yang
memikirkan hal-hal yang bisa menyenangkan dirinya dan menjadwalkan berbagai
program yang bisa menyenangkan hatinya. Marilah kita mengingat kembali
apa yang Tuhan rindukan dari kita para murid-Nya. Dia rindu supaya kita
pergi untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dan menjadi saksi Tuhan
yang hidup di manapun kita berada di akhir zaman ini. Tuhan Yesus memberkati
kita semua. Amin!
Oleh Pastor Silwanus Obadja M.Th.