Pada bulan yang lalu kita sudah banyak merenungkan tentang bagaimana kita
dapat menjadi murid Kristus yang berhasil dan bersedia menjalankan tugas
pemuridan (Matius 28:19-20). Kunci keberhasilan pemuridan adalah hidup semakin
beriman dan iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17).
Berbicara tentang pemuridan artinya menolong orang lain menjadi murid Tuhan
Yesus. Kalau kita berbicara tentang penggembalaan maka itu berarti merawat,
memelihara, melindungi dan memberi makan domba-domba Allah (Yohanes 21:15-17).
Tugas pemuridan dan penggembalaan membutuhkan keteguhan, karena keduanya
merupakan proses kerja yang memerlukan jangka waktu yang tidak pendek.
Bertambah teguh dalam tugas pemuridan dan penggembalaan, ini artinya pertama,
kita harus mempunyai dasar yang teguh. Kita perlu mengingat apa yang ditulis
dalam 1 Petrus 5:2-4, Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu,
jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah,
dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.
Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang
dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan
domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota
kemuliaan yang tidak dapat layu. Kuncinya kita harus mengetahui bahwa
domba itu milik Allah, bukan milik manusia. Para gembala yang dipilih Tuhan
untuk menggembalakan domba-domba-Nya hanyalah gembala di bawah otoritas
Gembala Agung, yaitu Tuhan Yesus.
Setelah memahami dasar yang teguh, maka yang kedua, domba-domba Allah ini
perlu mendapatkan makanan rohani yang teguh, makanan rohani yang menguatkan
iman, artinya harus hidup dari Firman, bukan dari apresiasi (Kisah Para
Rasul 20:28 Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan,
karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan
jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri). Domba-domba
Allah ini harus digembalakan dan para gembala ini tidak bisa memberi dari
apa yang tidak dimilikiya. Oleh karena itu mereka yang terpanggil untuk
menggembalakan domba-domba Allah, mereka harus mempunyai hubungan pribadi
dengan Sang Gembala Agung dengan menjaga saat-saat teduh dengan Firman-Nya
dan dalam doa. Gembala yang lapar tidak bisa memberi makan domba-domba Allah.
Para gembala ini juga harus mempunyai motivasi yang benar, bukan karena
mau dilihat orang, bukan karena materi atau bukan karena takut kosong, tetapi
karena sungguh-sungguh mnegasihi Tuhan (Yoh. 21:17). Kemudian, yang ketiga,
gembala yang baik itu perlu mempunyai sikap yang teguh, sama seperti Tuhan
Yesus, Gembala yang baik ( Yoh. 10:11, 27-28). Ada empat (4) ciri teguh
yang dimiliki Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik, yaitu: 1) Dia mengenal
(bukan hanya hafal namanya, tetapi juga mengetahui pergumulan dombanya.
Tidak digembalakan secara massal); 2) Mencari (Rela meninggalkan 99 domba
untuk mencari 1 yang terhilang Luk. 15:4); 3) Melindungi (Berani
menegur dosa dengan kasih Gal. 6:1; Tidak membiarkan domba dimakan
serigala pengajaran yang sesat Kis. 20:29); 4) Memberi teladan (1
Ptr. 5:3; Murid paling cepat belajar dari hidup para gembala, bukan dari
kotbah).
Mari tetap teguh dalam pemuridan dan penggembalaan di masa yang tidak mudah
di akhir zaman ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Selamat memperingati
kemerdekaan RI, Amin!