Renungan Agustus 2026

BERTAMBAH TEGUH DALAM PEMURIDAN & PENGGEMBALAAN.

Pada bulan yang lalu kita sudah banyak merenungkan tentang bagaimana kita dapat menjadi murid Kristus yang berhasil dan bersedia menjalankan tugas pemuridan (Matius 28:19-20). Kunci keberhasilan pemuridan adalah hidup semakin beriman dan iman itu timbul dari pendengaran akan firman Kristus (Roma 10:17). Berbicara tentang pemuridan artinya menolong orang lain menjadi murid Tuhan Yesus. Kalau kita berbicara tentang penggembalaan maka itu berarti merawat, memelihara, melindungi dan memberi makan domba-domba Allah (Yohanes 21:15-17). Tugas pemuridan dan penggembalaan membutuhkan keteguhan, karena keduanya merupakan proses kerja yang memerlukan jangka waktu yang tidak pendek.
Bertambah teguh dalam tugas pemuridan dan penggembalaan, ini artinya pertama, kita harus mempunyai dasar yang teguh. Kita perlu mengingat apa yang ditulis dalam 1 Petrus 5:2-4, „Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.“ Kuncinya kita harus mengetahui bahwa domba itu milik Allah, bukan milik manusia. Para gembala yang dipilih Tuhan untuk menggembalakan domba-domba-Nya hanyalah gembala di bawah otoritas Gembala Agung, yaitu Tuhan Yesus.
Setelah memahami dasar yang teguh, maka yang kedua, domba-domba Allah ini perlu mendapatkan makanan rohani yang teguh, makanan rohani yang menguatkan iman, artinya harus hidup dari Firman, bukan dari apresiasi (Kisah Para Rasul 20:28 – „Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri“). Domba-domba Allah ini harus digembalakan dan para gembala ini tidak bisa memberi dari apa yang tidak dimilikiya. Oleh karena itu mereka yang terpanggil untuk menggembalakan domba-domba Allah, mereka harus mempunyai hubungan pribadi dengan Sang Gembala Agung dengan menjaga saat-saat teduh dengan Firman-Nya dan dalam doa. Gembala yang lapar tidak bisa memberi makan domba-domba Allah. Para gembala ini juga harus mempunyai motivasi yang benar, bukan karena mau dilihat orang, bukan karena materi atau bukan karena takut kosong, tetapi karena sungguh-sungguh mnegasihi Tuhan (Yoh. 21:17). Kemudian, yang ketiga, gembala yang baik itu perlu mempunyai sikap yang teguh, sama seperti Tuhan Yesus, Gembala yang baik ( Yoh. 10:11, 27-28). Ada empat (4) ciri „teguh“ yang dimiliki Tuhan Yesus sebagai Gembala yang baik, yaitu: 1) Dia mengenal (bukan hanya hafal namanya, tetapi juga mengetahui pergumulan dombanya. Tidak digembalakan secara massal); 2) Mencari (Rela meninggalkan 99 domba untuk mencari 1 yang terhilang – Luk. 15:4); 3) Melindungi (Berani menegur dosa dengan kasih – Gal. 6:1; Tidak membiarkan domba dimakan serigala pengajaran yang sesat – Kis. 20:29); 4) Memberi teladan (1 Ptr. 5:3; Murid paling cepat belajar dari hidup para gembala, bukan dari kotbah).
Mari tetap teguh dalam pemuridan dan penggembalaan di masa yang tidak mudah di akhir zaman ini. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Selamat memperingati kemerdekaan RI, Amin!


Download Renungan (Pdf) .....